Travel Gateway

Discover the World

Inspirasi perjalanan terbaik dan paket wisata pilihan untuk pengalaman tak terlupakan.

custom • 19 September 2026

India Jadi Pasar Prioritas Baru Pariwisata Indonesia, Apa yang Sedang Diburu?

5 Menit baca
Bali
India Jadi Pasar Prioritas Baru Pariwisata Indonesia, Apa yang Sedang Diburu?
Selama bertahun-tahun, pembicaraan tentang wisatawan asing ke Indonesia banyak berputar di Australia, China, Singapura, atau pasar Eropa. Namun pada 2026, ada satu pasar yang semakin terlihat jelas dalam strategi pariwisata Indonesia: India.
Bukan sekadar karena jumlah penduduknya besar. Indonesia mulai memperlakukan India sebagai pasar yang punya potensi bisnis pariwisata tersendiri, mulai dari leisure, honeymoon, family vacation, luxury travel, MICE, hingga wellness tourism. Langkah tersebut terlihat jelas dari agenda promosi Indonesia di India sepanjang 2026. (Kementerian Pariwisata)

Mengapa India Mulai Dibidik Indonesia?
Kementerian Pariwisata memasukkan India sebagai salah satu pasar prioritas. Alasannya berkaitan dengan pertumbuhan kelas menengah, peningkatan daya beli, serta semakin besarnya minat masyarakat India untuk melakukan perjalanan internasional. (Kementerian Pariwisata)
Potensinya juga sudah terlihat dari jumlah kunjungan.

Data yang dikutip dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2026, Bali menerima sekitar 327 ribu wisatawan India. Dalam periode yang sama, India menjadi salah satu dari tiga pasar wisman terbesar ke Bali bersama Australia dan China. (Antara News)
Data BPS Bali untuk Juli 2026 juga menunjukkan 39.624 kunjungan wisatawan dengan paspor India, setara dengan 5,68 persen dari seluruh kunjungan wisman langsung ke Bali pada bulan tersebut. India berada di posisi ketiga setelah Australia dan China. (Antara News)
Artinya, pasar India bukan lagi sekadar potensi di atas kertas. Wisatawannya memang sudah datang dalam jumlah besar.
Indonesia Bahkan Membawa Banyak Destinasi ke Pasar India
Menariknya, strategi Indonesia tidak hanya menjual Bali.

Dalam partisipasinya di ITB India 2026 di Mumbai pada 1–3 September, Indonesia membawa 15 co-exhibitor untuk mempromosikan berbagai destinasi. Selain Bali, ada Jakarta, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Batam-Bintan, Raja Ampat, Borneo, Lombok, Flores, Bunaken, hingga Tanjung Puting. (Kementerian Pariwisata)
Ini menunjukkan adanya upaya untuk mengubah pola lama wisatawan asing yang terlalu terkonsentrasi pada Bali.
Bagi pasar India, Indonesia ingin menawarkan lebih banyak pilihan perjalanan. Wisatawan bisa datang untuk liburan di Bali, lalu mengembangkan perjalanan ke destinasi lain sesuai kebutuhan dan minat mereka.
Konsep Beyond Bali menjadi penting di sini karena semakin banyak destinasi Indonesia yang ingin mendapatkan bagian dari pertumbuhan pasar internasional. (Antara News)
Bukan Cuma Wisata Pantai

Salah satu hal yang menarik dari strategi Indonesia di pasar India adalah jenis produk yang ditawarkan.
Dalam ITB India 2026, pelaku industri Indonesia menawarkan produk leisure, honeymoon, family vacation, luxury travel, MICE, dan wellness tourism. (Kementerian Pariwisata)
Ini memberi gambaran bahwa pasar India tidak diposisikan sebagai satu kelompok wisatawan yang memiliki kebutuhan sama.
Pasangan bulan madu membutuhkan produk berbeda dengan keluarga. Corporate buyer membutuhkan itinerary berbeda dengan wisatawan leisure. Wisatawan premium juga memiliki kebutuhan berbeda dengan traveler yang mencari perjalanan lebih sederhana.
Karena itu, peluang pasar India sebenarnya bukan hanya soal menjual tiket pesawat dan hotel. Yang lebih penting adalah bagaimana operator perjalanan membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut.

Ada Upaya Mempermudah Perjalanan ke Indonesia Promosi saja tidak cukup jika perjalanan terasa rumit. Indonesia juga membawa isu konektivitas ke dalam strategi untuk pasar India. Salah satu yang diperkenalkan adalah program Garuda Indonesia yang memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan domestik setelah tiba di Indonesia. (Kementerian Pariwisata)
Dari sisi hubungan kedua negara, India dan Indonesia juga pada Juli 2026 menekankan pentingnya peningkatan konektivitas udara dan maritim antara kedua negara. Pernyataan bersama kedua negara menyebut peningkatan konektivitas sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dan arus orang maupun barang. (Perdana Menteri India)
Sementara itu, data Konsulat Jenderal India di Medan mencatat bahwa konektivitas udara India–Indonesia pada Januari 2026 mencakup rute seperti Jakarta–Mumbai serta Bali–Bengaluru, Bali–Mumbai, dan Bali–Delhi. Sumber yang sama menyebut India menjadi negara asal wisatawan terbesar kedua ke Bali pada 2023 setelah Australia, serta berada di posisi kelima untuk kunjungan wisatawan ke Indonesia pada 2024 dengan sekitar 710 ribu wisatawan. (Cgi Medan)

Masuk ke Indonesia Juga Relatif Familiar bagi Wisatawan India
Untuk wisatawan India, Indonesia juga memiliki jalur Visa on Arrival.
Kementerian Imigrasi mencantumkan India dalam daftar negara yang memenuhi syarat VOA. Untuk visa B1, masa tinggal awal maksimal adalah 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali hingga total maksimal 60 hari sesuai ketentuan yang berlaku. (Imigrasi Jakarta Pusat)

Selain itu, penumpang internasional yang datang ke Indonesia perlu memperhatikan sistem All Indonesia, platform deklarasi digital yang mengintegrasikan sejumlah kebutuhan kedatangan internasional. Kedutaan Besar India di Jakarta juga secara khusus memberikan pemberitahuan kepada warga negaranya mengenai kewajiban registrasi tersebut. (Kedutaan Besar India di Jakarta)
Faktor seperti konektivitas dan proses kedatangan memang terdengar teknis. Namun dalam industri perjalanan, hal-hal teknis seperti inilah yang sering menentukan apakah sebuah destinasi terasa mudah atau merepotkan.

Indonesia Menargetkan Ribuan Wisatawan India dari Satu Pameran
Skala perhatian pemerintah terhadap pasar ini terlihat dari target ITB India 2026.
Kementerian Pariwisata menargetkan potensi 6.600 kunjungan wisatawan serta potensi transaksi sebesar Rp58,45 miliar melalui pertemuan bisnis antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan India. (Kementerian Pariwisata) Setelah ITB India, agenda promosi dilanjutkan dengan Sales Mission Pune pada 4 September 2026 untuk memperluas jangkauan ke pasar India di luar kota-kota besar seperti Mumbai, New Delhi, dan Bengaluru. (Kementerian Pariwisata)
Dengan kata lain, strategi Indonesia bukan hanya memasang iklan kepada wisatawan. Pemerintah juga sedang membangun jaringan dengan travel agent, tour operator, corporate buyer, MICE organizer, dan online travel platform di India. (Antara News)

Apa Artinya untuk Industri Travel Indonesia?
Pergerakan ini bisa menjadi sinyal penting bagi industri travel dalam negeri.
Ketika pemerintah mulai memperbesar promosi di India, sementara jumlah wisatawan India ke Bali sudah mencapai ratusan ribu dalam tujuh bulan pertama 2026, peluangnya bukan hanya dimiliki hotel dan destinasi. Operator tur juga memiliki ruang untuk mengembangkan produk yang lebih spesifik.
Misalnya, itinerary honeymoon, family holiday, luxury trip, wellness, maupun perjalanan grup dan MICE yang memang sudah dipasarkan Indonesia kepada buyer India. (Kementerian Pariwisata)
Yang menarik, pasar ini juga membuka peluang bagi destinasi selain Bali. Karena Indonesia secara resmi membawa nama Lombok, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Raja Ampat, Borneo dan berbagai destinasi lain dalam promosi ke India, Beyond Bali bukan lagi sekadar slogan promosi. Ada upaya nyata untuk memperluas produk yang ditawarkan. (Kementerian Pariwisata)
India Bukan Sekadar Pasar Besar

Ukuran populasi India memang membuat negara ini mudah terlihat menarik. Tetapi nilai sebenarnya untuk industri pariwisata Indonesia ada pada hal yang lebih konkret: jumlah wisatawan yang sudah datang, pertumbuhan perjalanan internasional, ragam segmen pasar, serta upaya pemerintah dan industri untuk membangun konektivitas dan jaringan bisnis.
Pada Juli 2026 saja, wisatawan India menyumbang 39.624 kunjungan langsung ke Bali. Sementara secara Januari–Juli, data imigrasi menunjukkan sekitar 327 ribu kedatangan wisatawan India melalui Bali. (Antara News)
Jadi, pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah wisatawan India punya potensi datang ke Indonesia.
Pertanyaannya adalah seberapa siap industri perjalanan Indonesia mengubah potensi pasar India menjadi produk wisata yang benar-benar relevan, mudah dibeli, dan mampu membawa wisatawan tersebut keluar dari pola perjalanan yang hanya berpusat di Bali.


Tertarik ke Bali?

Kami punya rekomendasi paket tour terbaik untuk Anda.

Corporate 3D2N Exclusive Bali Tour via Ngurah Rai Airport

Corporate 3D2N Exclusive Bali Tour via Ngurah Rai Airport

Rp 2.500.000

Rp 1.510.000

Bali

3 Hari 2 Malam Book Now
One Day Trip - Uluwatu Tour Foreign

One Day Trip - Uluwatu Tour Foreign

Rp 1.500.000

Rp 465.000

Bali

1 Hari Book Now
One Day Trip - Ubud Tour Foreign

One Day Trip - Ubud Tour Foreign

Rp 2.000.000

Rp 1.085.000

Bali

1 Hari Book Now
One Day Trip - Kintamani Tour Foreign

One Day Trip - Kintamani Tour Foreign

Rp 1.500.000

Rp 585.000

Bali

1 Hari Book Now

Perlu konsultasi atau ingin CUSTOM PAKET TOUR ? Klik Disini

Custom Paket
Mascot WA Whatsapp