Bromo Masih Ditutup Total per 18 September 2026, Ini yang Perlu Diketahui Wisatawan
Gunung Bromo masih belum bisa dikunjungi wisatawan hingga 18 September 2026. Penutupan dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Balai Besar TNBTS menutup seluruh kunjungan wisata Gunung Bromo dari semua pintu masuk mulai 12 September 2026. Sampai informasi terbaru yang tersedia pada 17 September, belum ada pengumuman pembukaan kembali kawasan Bromo. (
Antara News)
Kenapa Bromo Ditutup Total?
Kebakaran kembali muncul di kawasan Savana Pengol pada 10 September 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Api kemudian berkembang ke arah Gunung Kursi. Pada 12 September, api kembali membesar akibat kondisi angin kencang dan bergerak hingga kawasan Pos Jemplang. (
Kehutanan)
Kondisi tersebut membuat TNBTS mengambil keputusan untuk menghentikan sementara aktivitas wisata. Selain untuk menjaga keselamatan pengunjung, penutupan juga diperlukan agar proses pemadaman dan penanganan kebakaran dapat dilakukan tanpa gangguan aktivitas wisatawan.
Kementerian Kehutanan menyebut kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau serta angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Asap yang cukup tebal juga berpotensi mengganggu jarak pandang dan mobilitas di kawasan terdampak. (
Kehutanan)
Apakah Bromo Sudah Boleh Dikunjungi?
Belum.
Informasi terbaru yang dipublikasikan ANTARA pada 17 September 2026 masih menyebut kunjungan wisata Gunung Bromo ditutup total sejak 12 September sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Artinya, wisatawan tidak seharusnya menganggap Bromo sudah dibuka hanya karena melihat jadwal perjalanan atau paket wisata yang mencantumkan tanggal keberangkatan. (
Antara News)
Polres Probolinggo juga sebelumnya memperketat patroli di sejumlah akses menuju kawasan Bromo untuk mencegah wisatawan masuk ke area yang masih ditutup. (
JatimSatuNews)
Pembukaan kembali seharusnya menunggu pengumuman resmi dari pengelola kawasan, bukan sekadar informasi dari pihak ketiga.
Bagaimana dengan Tiket Bromo yang Sudah Dibeli?
Wisatawan yang sudah memiliki tiket perlu memperhatikan tanggal kunjungan dan mengikuti mekanisme yang ditetapkan TNBTS.
Saat ini, kanal informasi resmi TNBTS menampilkan layanan
reschedule/refund kebakaran Bromo khusus pemegang tiket tanggal 12–18 September 2026. Kanal tersebut merupakan bagian dari halaman informasi resmi BB TNBTS. (
bbtnbts.taplink.id)
Sebelumnya, TNBTS juga telah menggunakan mekanisme reschedule atau refund untuk tiket yang terdampak penutupan akibat kebakaran. Pengajuan dilakukan melalui saluran resmi pengelola, dengan data pemesanan dan pembayaran sebagai bagian dari proses verifikasi. (
detikcom)
Karena mekanisme dapat berubah mengikuti periode penutupan, wisatawan sebaiknya tidak menggunakan informasi lama sebagai patokan untuk tiket dengan tanggal kunjungan berbeda.
Jangan Menganggap Semua Kawasan TNBTS Ditutup
Penutupan yang diumumkan khusus untuk kunjungan wisata
Gunung Bromo. Dalam pengumuman Kementerian Kehutanan pada 13 September 2026, aktivitas kunjungan ke
Ranu Regulo disebut masih dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. (
Kehutanan)
Namun, kondisi kawasan konservasi dapat berubah mengikuti situasi kebakaran, cuaca, maupun keputusan pengelola. Karena itu, status sebuah lokasi tetap perlu diperiksa kembali sebelum berangkat.
Kapan Bromo Akan Dibuka Lagi?
Belum ada tanggal pembukaan kembali yang ditetapkan dalam informasi terbaru yang tersedia.
TNBTS menyatakan penutupan berlangsung sampai batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut. Pada saat yang sama, penanganan kebakaran dan pemantauan kawasan terus dilakukan. (
Kehutanan)
Pakar pariwisata Sari Lenggogeni juga menilai pembukaan kembali destinasi berisiko seperti Bromo sebaiknya didasarkan pada penilaian risiko dan kesiapan kawasan, bukan sekadar mengejar kembalinya jumlah wisatawan. (
Antara News). Bagi wisatawan, prinsipnya sederhana:
jangan menentukan tanggal keberangkatan sebelum status resmi Bromo dinyatakan dibuka.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan Sekarang?
Kalau sudah memiliki rencana perjalanan ke Bromo dalam waktu dekat, periksa tiga hal sebelum berangkat.
Pertama, cek pengumuman terbaru dari Balai Besar TNBTS.
Kedua, periksa status tiket dan mekanisme refund atau reschedule apabila tanggal kunjungan terdampak penutupan.
Ketiga, konfirmasi kembali kepada operator perjalanan, hotel, jeep, atau penyedia jasa lainnya mengenai perubahan jadwal dan kebijakan pembatalan.
Terutama untuk perjalanan keluarga atau rombongan, keputusan menunda keberangkatan biasanya jauh lebih mudah daripada mengurus kekacauan perjalanan ketika kawasan ternyata masih ditutup. Manusia memang punya kebiasaan membeli tiket dulu lalu membaca pengumuman belakangan.
Untuk kondisi per
18 September 2026, Bromo masih berstatus
ditutup total untuk aktivitas wisata, dan belum ada tanggal resmi pembukaan kembali yang diumumkan. Wisatawan perlu menunggu informasi resmi TNBTS sebelum menjadwalkan kembali perjalanan ke kawasan Gunung Bromo. (
Antara News)